Metrik Mengukur Keberhasilan Iklan SEM dan PPC

Posted on

Bagaimana cara menguktur keberhasilan iklan Google Adword atau google ads? Pada artikel kali ini akan ditunjukkan beberapa metrik penting dalam dalam beriklan khususnya di google adwords. Serta bagaimana menampilkan campaign sehingga mudah untuk di analisa.

Apakah sahabat sudah atau tengah melakukan iklan di google atau adwords? taukah hal terpenting adalah memahami metrik yang ada di google ads dan bagaimana cara mengukur keberhasilan atau kesuksesan ilkan di google ads.

Jika sahabat telah melakukan kampanye di Google Ads baik SEM, GDN atau GSP maka Anda harus tahu bagaimana mengevaluasi dan mengukur keberhasilannya. Selanjutnya, apa saja metrik atau metrik yang bisa Anda gunakan sebagai bahan evaluasi kampanye Anda di Google Ads.

Mari kita bicara sekarang!

Metrik Mengukur Keberhasilan Iklan SEM dan PPC

Matriks untuk Mengukur Kesuksesan Iklan Google Ads

Impresi (Impression)

Impresi atau impression yaitu berapa kali iklan Anda dilihat oleh pengguna Google Network. Jika Anda ingin mempromosikan produk baru, Anda akan melakukan brand awareness campaign. Semakin banyak orang yang melihat iklan Anda akan semakin cepat pula produk Anda dikenal orang.

Di Google ada istilah CPM (Cost per Mile) atau Cost per 1000 impressions. Ini adalah biaya untuk mendapatkan 1000 impresi. Makin besar budget Anda semakin banyak pula impresi yang didapat. Harga CPM bergantung dengan target audience yang Anda dasar. Semakin spesifik harga CPM akan semakin mahal.

Jumlah Biaya Beriklan (Cost)

Cost atau jumlah biaya yang dikeluarkan untuk beriklan. Dalam penerapannya Anda harus benar-benar memperhatikan bahwa hasil yang Anda dapatkan lebih besar daripada biaya iklan yang dikeluarkan. Berikut tips menghitung biaya beriklan :

Buat target penjualan yang diharapkan. Contohnya, jika target Anda adalah penjualan pastikan Anda tahu berapa target penjualan yang diharapkan dari Digital marketing campaign.

Tentukan presentase biaya marketing dari total penjualan. Anda harus tentukan berapa persentase budget marketing dari total penjualan tersebut. Misal target penjualan Anda adalah 100 juta rupiah dan Anda ingin menyisihkan 10% untuk budget marketing, artinya biaya yang biasa Anda gunakan untuk beriklan adalah sebesar 10 juta rupiah.

Jumlah Klik Audiens (Clicks)

Clicks yaitu jumlah audiens yang mengklik iklan Anda. Iklan Anda akan menjadi lebih efektif ketika ada yang klik, itu artinya ada ketertarikan dari seseorang dengan produk yang Anda iklankan. Contohnya, jika Anda memiliki toko online dan target iklan Anda adalah penjualan, maka Anda membutuhkan banyak klik dari iklan yang Anda tampilkan, yang harus Anda ukur adalah berapa jumlah klik yang Anda butuhkan untuk mendapatkan satu penjualan. Jika Anda membutuhkan 1000 klik untuk satu penjualan artinya jika target Anda 100 penjualan maka Anda membutuhkan 100.000 klik.

Click Through Rate (CTR)

Metrik Mengukur Keberhasilan Iklan SEM dan PPC
Metrik Mengukur Keberhasilan Iklan SEM dan PPC

CTR adalah rasio yang menunjukkan seberapa sering orang-orang yang melihat iklan Anda dan berakhir dengan mengklik iklan tersebut. Nah, CTR ini dapat digunakan untuk mengukur seberapa baik konten yang Anda gunakan dalam beriklan dan seberapa tepat target audience yang Anda sasar.

Anda dapat menghitungnya dengan cara jumlah klik yang diterima iklan dibagi dengan frekuensi iklan tersebut ditampilkan atau impresi. Klik dibagi impresi sama dengan CTR. Misalnya, jika Anda memiliki 5 klik dengan 100 impresi maka CTR-nya adalah 5%.

Jadi CTR adalah metric yang digunakan untuk mengukur performa suatu Ads karena CTR menentukan quality score serta ketertarikan audiens ketika melihat Ads tersebut. Metrik ini mengukur berapa sering audiens mengklik Ads Anda ketika melihatnya. CTR yang tinggi – 1% atau lebih – berarti adanya relevansi dan Ads Anda terhubung dengan target audiens Anda.

CTR rendah – kurang dari 1% – Ads tersebut tidak berjalan karena satu alasan tertentu. Ads yang memiliki nilai CTR tinggi harus dipertahankan sedangkan Ads yang memiliki nilai rendah harus diubah dan dimodifikasi.

Berapa standar CTR untuk sebuah iklan yang baik ?

Metrik Mengukur Keberhasilan Iklan SEM dan PPC

Setiap channel di Google Ads memiliki standar CTR yang berbeda. Iklan Anda di SEM yang muncul ketika ada pencarian pasti akan memiliki CTR yang jauh lebih baik daripada GDN dan GSP. CTR sangat bergantung dengan konten iklan Anda. Semakin menarik kontennya semakin besar pula kemungkinan iklan Anda diklik. Nah jika CTR Anda rendah, pastikan Anda mengganti konten Anda menjadi lebih menarik.

Cost per Click (CPC)

CPC adalah jumlah uang yang Anda habiskan untuk setiap klik. Anda bisa menghitung rata-rata CPC dengan membagi jumlah cost dengan jumlah klik. Contohnya di SEM. CPC sangat bergantung dengan kepopuleran kata kunci yang Anda gunakan dan konten yang Anda sajikan.

Kepopuleran kata kunci bergantung dengan jumlah pencarian kata kunci tersebut dalam satu hari. Jika bisnis Anda menggunakan kata kunci yang populer maka bersiaplah untuk mengeluarkan budget besar, karena banyak kompetitor Anda yang menggunakan kata kunci yang sama. Untuk alat ukur yang ini semakin kecil nilainya maka semakin baik hasilnya.

Conversion Rate

Metrik Mengukur Keberhasilan Iklan SEM dan PPC
Metrik Mengukur Keberhasilan Iklan SEM dan PPC

Conversion rate menginformasikan mengenai seberapa sering seseorang mengklik iklan Anda dan menghasilkan nilai konversi . Konversi ini bisa berupa registrasi email, download atau transaksi pembelian. Ketika Anda mengatur iklan Anda, Anda dapat mendapatkan tracking code yang dapat membantu Google untuk melacak conversion.

Conversion rate ini sangat penting karena idealnya Anda menginginkan audiens Anda melakukan kegiatan yang Anda harapkan setelah melihat Ads Anda. Menghitung conversion rate dilakukan dengan membagi total angka konversi dengan total audiens yang mengklik Ads Anda dalam periode yang sama. Cara mudah untuk dapat menghitung conversion rate adalah menggunakan Conversion Tracking Tool seperti Click Meter, Improvely, atau Google Analytics yang terhubung dengan website Anda.

Contoh: Jika Anda memiliki 100 klik dan 1 penjualan artinya conversion rate Anda adalah 10%. Semakin tinggi conversionnya maka semakin baik pula iklan Anda.

Cost per Acquisition (CPA)

CPA adalah jumlah uang yang Anda habiskan untuk setiap conversion. Nah jika Anda mengetahui besar nilai CPA Anda, maka Anda akan dapat menghitung apakah biaya yang Anda keluarkan menghasilkan keuntungan yang cukup untuk bisnis Anda.

Anda bisa menghitung rata-rata CPA Anda dengan membagi total cost dengan total conversion Anda. Setiap bisnis memiliki standar CPA yang berbeda. Jika Anda menjual produk yang premium CPA pasti lebih mahal dibandingkan ketika Anda menjual produk yang murah. Pastikan Anda memiliki standar sendiri berapa biaya yang Anda ingin keluarkan untuk mendapatkan satu penjualan.

CPA adalah ujung dari proses digital marketing. CPA sangat dipengaruhi oleh matriks sebelumnya yaitu CPM, CPC, CTR dan cost yang dikeluarkan. Selain itu ada faktor eksternal yang juga mempengaruhi CPA Anda. Misal produk ada stoknya kosong atau harga Anda lebih mahal dibandingkan kompetitor Anda. Sama seperti CPA, semakin kecil nilai CPA Anda maka semakin sukses campaign Anda.

Demikianlah pembahasan mengenai cara untuk mengukur keberhasilan Google Ads dalam iklan bisnis Anda. Di artikel selanjutnya kita akan membahas tentang channel digital marketing lainnya yaitu Facebook Ads dan Instagram Ads.

Quality Score

Google menyediakan quality score untuk mengevaluasi keyword Anda dan menentukan ranking Ads Anda, serta berapa banyak yang harus Anda bayar setiap kliknya. Semakin relevan Ads yang Anda tampilkan maka semakin tinggi posisinya dalam halaman pencarian dan mengurangi biaya per-klik.

Score yang dihasilkan adalah gambaran mengenai Ads, keyword, dan landing page Anda terhadap audiens yang melihat Ads Anda. Semakin tinggi nilai Quality Score maka semakin tinggi nilai relevansi anatara Ads, keyword, landing page dan audiens Anda begitu juga sebaliknya.

Nilai range dalam quality Score adalah 1-10. Jika nilai yang Anda hasilkan adalah rendah maka Anda harus mengevaluasi dan memodifikasi Ads yang Anda tampilkan kepada target audiens Anda.

Search Impression Share

Metrik ini kurang digunakan oleh banyak orang, namun memiliki peran penting dalam menentukan kesuksesan campaign Anda secara keseluruhan.

Metrik ini menginformasikan Anda berapa persen iklan Anda perlu ditayangkan. Hal ini membantu Anda untuk mengetahui bagian mana Anda yang perlu dihilangkan, dan memberikan potensi bisnis Anda yang baru. Selain itu menunjukan presentase pencarian mana yang Anda lewatkan karena budget Anda (ini membantu Anda dalam menentukan berapa banyak budget yang dapat Anda perlukan untuk memaksimalkan suatu campaign).

Bounce Rate

Jika nilai bounce rate Anda mendekati angka 100%, maka campaign atau Ads (misalnya landing page Anda) memiliki masalah atau sistem down. Selain itu hal ini juga menenjukan bahwa audiens yang Anda targetkan terlalu luas. Anda pun harus melihat nilai klik yang dihasilkan terhadap bounce rate. Jika nilai klik rendah maka sulit untuk menentukan nilai bounce rate yang Anda hasilkan.

Keywords

Keyword menjadi bagian penting dalam campaign Anda karena hal ini menentukan dimana dan kapan Ads Anda akan muncul. Gunakan diagnosa keyword untuk memeriksa keefektifan keyword dengan Quality Score. Anda juga dapat menggunakan AdWords statistic untuk melacak performa keyword Anda.

Google Analytics dan Conversion Tracking

Google Analytics adalah website analisis yang memungkinkan Anda untuk mendapatkan data mengenai jumlah pengunjung di website Anda, bagaimana audiens menemukan website Anda, halaman apa yang mereka lihat dan berapa lama mereka melihat website Anda.

Data ini yang dapat Anda lihat dalam akun AdWords Anda dapat menginformasikan juga Ads, keywords dan campaign yang cocok bagi bisnis Anda.

Conversion Tracking adalah bagian dari AdWords yang digunakan untuk memonitor performa. Melalui tracking ini Anda dapat melihat efektivitas Ads Anda dalam campaign dan mengkonversi Ads menjadi goal tertentu.

Kesimpulan

Metrik ini telah disediakan oleh google, sebagai orang yang beriklan tinggal menggunakan nya dengan sebaiknyanya untuk mengukur keberhasilan iklan. Hanya saja sering kami temukan, banyak diantara yang beriklan tidak memahami data yang ditampikan google.

Misal bagaimana kita menemukan winning campanye, bagaimana kita melakukan A/B testing atau sekedar menemukan ROI dari iklan yang dibuat masih saja yang kesulitan menemukan jawabanya.

Oleh karena itu diperlukan sebuah tools tambahan untuk memvisualisasikan metrik ini, selama kita tidak dapat membacanya dengan benar maka mentrik ini menjadi sia-sia danmengukur keberhasilan iklan menjadi sulit.

Apakah Artikel ini bermanfaat ?

Rating rata-rata / 5. Vote count:

Gravatar Image
something savvy web designer, social media addict, keep learning about SEO, beautifying things, fascinated in Kota Cimahi, Falling in love with the PKS Party. Follow me on social media and say, Salam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *