Sistem pemerintahan Australia

Posted on

Sistem pemerintahan Australia dibangun di atas tradisi demokrasi liberal. Berdasarkan nilai-nilai toleransi beragama, kebebasan berbicara dan berserikat, dan supremasi hukum, lembaga-lembaga Australia dan praktik-praktik pemerintahannya mencerminkan model Inggris dan Amerika Utara. Pada saat yang sama, mereka khas Australia.

Pemerintah yang Bertanggungjawab

Salah satu demokrasi yang tertua dan lestari di dunia, Persemakmuran Australia didirikan pada 1901 ketika bekas koloni Inggris ini – kini enam negara bagian – sepakat untuk menjadi federasi. Praktik dan prinsip demokrasi yang membentuk parlemen kolonial pra-federasi (seperti ‘satu orang, satu suara’ dan hak pilih wanita) diberlakukan oleh pemerintah federal Australia yang pertama.

Koloni Australia mewarisi tradisi pemilu dari Inggris yang mencakup hak pilih terbatas dan pemungutan suara umum dan ganda.

Pelanggaran seperti suap dan intimidasi pemilih mendorong perubahan pemilihan umum. Australia mempelopori reformasi yang menopang praktik pemilu demokrasi modern.

Pada 1855, Victoria memperkenalkan pemilihan umum secara rahasia, yang menjadi terkenal di seluruh dunia sebagai ‘pemilu Australia’.

Pada 1856, Australia Selatan menghapuskan persyaratan profesional dan harta serta memberi hak pilih kepada seluruh pria dewasa, kemudian pada 1892 memberi wanita dewasa hak pilih.

Pada dasawarsa 1890an koloni-koloni tersebut memberlakukan prinsip satu suara per orang, menghentikan praktik pemungutan suara ganda.

Pemerintah Australia didasarkan pada parlemen yang dipilih secara populer dengan dua majelis: Dewan Perwakilan dan Senat.

Dalam sistem pemerintahan Australia, para menteri yang diangkat dari kedua majelis ini menjalankan fungsi eksekutif, dan keputusan kebijakan dibuat dalam rapat-rapat Kabinet. Selain pengumuman keputusan, diskusi Kabinet tidak disebarluaskan.

Para menteri terikat oleh prinsip solidaritas Kabinet, yang sangat mencerminkan model Inggris yakni Kabinet bertanggungjawab kepada parlemen.

Walaupun Australia adalah bangsa yang merdeka, Ratu Elizabeth II dari Inggris secara resmi juga merupakan Ratu Australia.

Ratu menunjuk Gubernur Jenderal (atas saran dari Pemerintah Australia terpilih) untuk mewakilinya. Gubernur Jenderal memiliki kekuasaan yang luas, tetapi berdasarkan konvensi hanya bertindak atas saran para menteri dalam hampir semua urusan.

UUD tertulis

Seperti Amerika Serikat namun berbeda dengan Inggris, sistem pemerintahan Australia memiliki undang undang dasar tertulis. UUD Australia merumuskan tanggung jawab pemerintah federal, yang mencakup hubungan luar negeri, perdagangan, pertahanan dan imigrasi.

Pemerintah negara bagian dan teritori bertanggungjawab atas semua urusan yang tidak dilimpahkan kepada Persemakmuran, dan mereka juga mematuhi prinsip pemerintah yang bertanggungjawab.

Di negara bagian, Ratu diwakili oleh seorang Gubernur untuk setiap negara bagian.

Pengadilan Tinggi Australia menangani sengketa antara Persemakmuran dan negara bagian. Banyak keputusan pengadilan memperluas kekuasaan dan tanggung jawab konstitusional pemerintah federal.

UUD Australia hanya dapat diubah dengan persetujuan pemilih melalui suatu referendum nasional di mana seluruh orang dewasa yang masuk dalam daftar pemilih harus ikut serta.

Rancangan undang-undang yang berisi amandemen pertama-tama harus disahkan oleh kedua majelis parlemen tersebut atau, dalam situasi tertentu saja, hanya oleh salah satu majelis parlemen.

Setiap perubahan UUD harus disetujui oleh mayoritas ganda – mayoritas pemilih nasional dan mayoritas pemilih di mayoritas negara bagian (sekurangnya empat dari enam negara bagian).

Jika satu atau bebeberapa negara bagian tertentu terkena dampak isi referendum tersebut, mayoritas pemilih di negara-negara bagian tersebut juga harus menyetujui perubahan tersebut. Ini sering disebut dengan kaidah ‘tiga mayoritas’.

Ketentuan mayoritas ganda membuat perubahan UUD menjadi sulit. Sejak federasi berdiri pada 1901, hanya delapan dari 44 usulan amandemen UUD yang disetujui.

Pemilih pada umumnya enggan mendukung apa yang mereka pandang sebagai peningkatan kekuasaan pemerintah federal. Negara bagian dan teritori juga boleh menyelenggarakan referendum.

Kedaulatan parlementer

UUD Australia menjabarkan kekuasaan pemerintah dalam tiga bagian – legislatif, eksekutif dan yudikatif – tetapi menegaskan bahwa anggota legislatif harus juga anggota eksekutif. Pada kenyataannya, parlemen mendelegasikan wewenang penyusunan undang-undang yang luas kepada eksekutif.

Pemerintah dibentuk di Dewan Perwakilan Rakyat oleh partai yang mampu meraih mayoritas di majelis tersebut.

Partai minoritas seringkali menjadi penyeimbang kekuasaan di Senat, yang berfungsi sebagai majelis kaji ulang keputusan-keputusan pemerintah. Para senator dipilih untuk masa bakti enam tahun, dan dalam satu pemilihan umum biasa hanya separuh senator yang menghadapi pemilih.

Di semua parlemen Australia, pertanyaan dapat diajukan tanpa pemberitahuan terlebih dahulu, dan menerapkan giliran yang ketat antara pertanyaan pemerintah dan Oposisi kepada para menteri selama Waktu Tanya- Jawab. Oposisi menggunakan pertanyaan untuk mencecar pemerintah.

Pemerintahan memberi kesempatan kepada para menteri untuk menjelaskan kebijakan dan tindakan pemerintah secara positif, atau untuk menyerang Oposisi.

Apa pun yang diucapkan di parlemen dapat disebarluaskan dengan berimbang dan akurat tanpa kekhawatiran akan tuntutan pencemaran nama baik.

Yang menarik, keriuhan Waktu Tanya-Jawab dan debat parlemen disiarkan dan diberitakan secara luas. Ini membantu membangun reputasi debat publik yang tangguh di Australia, dan berfungsi sebagai kendali informal atas kekuasaan eksekutif.

Istilah frontbenchers, backbenchers dan crossbenchers

Kita mungkin pernah mendengar istilah-istilah ini dan tidak sepenuhnya mengerti artinya.

Dalam sistem pemerintahan Australia, seorang frontbencher adalah anggota parlemen atau senator yang memiliki tanggung jawab sebagai menteri. Dimana mereka bertanggung jawab atas sebuah departemen, termasuk membuat kebijakan dalam portofolio, seperti kesehatan dan keuangan

Di kalangan oposisi, lawan dari partai atau koalisi yang berkuasa, ada pula posisi frontbencher. Mereka mengawasi kebijakan-kebijakan pemerintah. Biasanya mereka memiliki sebutan shadow dalam gelarnya. Misalnya, Menteri Pendidikan Bayangan.

Ada pula asisten menteri, yang tugasnya membantu menteri senior untuk menjalankan portofolio, dan terkadang ikut bertanggung jawab. Misalnya, Menteri Imigrasi Peter Dutton bertanggung jawab atas pengungsi dan keamanan perbatasan, sementara Asisten Menteri Imigrasi Alex Hawke mengurusi hal berkaitan kewarganegaraan.

Backbencher adalah anggota parlemen dan senator yang tidak memiliki tanggung jawab seperti halnya menteri.

Crossbencher duduk diantara pemerintah dan oposisi. Mereka adalah anggota parlemen dan senator yang tidak termasuk dua partai mayoritas. Mereka biasanya berasal dari partai-partai kecil, seperti ‘Greens’ and ‘One Nation’, atau bisa juga anggota independen.

Bila jumlah komposisi anggota sangat ketat, crossbencher memegang kunci jika undang-undang ingin disahkan.

Kekerapan pemilihan umum

Pemilihan umum nasional harus diselenggarakan dalam jangka waktu tiga tahun sejak sidang pertama parlemen federal yang baru. Masa bakti rata-rata parlemen sekitar dua setengah tahun. Pada praktiknya, pemilihan umum diadakan ketika Gubernur Jenderal menyetujui permintaan dari Perdana Menteri, yang memilih tanggal pemilihan umum.

Partai yang berkuasa berganti rata-rata setiap lima tahun sejak federasi berdiri pada 1901, akan tetapi masa bakti pemerintah sangat bervariasi. Partai Liberal memimpin koalisi dengan masa bakti paling lama — 23 tahun — dari 1949 hingga 1972. Sebelum Perang Dunia II, beberapa pemerintahan bertahan kurang dari satu tahun, tetapi sejak 1945 hanya terjadi tujuh kali pergantian pemerintahan.

Pemungutan suara

Seluruh warga negara yang berusia di atas 18 tahun wajib memberikan suaranya dalam pemilihan umum pemerintah federal atau negara bagian, dan kemangkiran dari pemilu dapat berujung pada denda atau tuntutan pidana.

Sistem Kepartaian Dalam Pemerintahan Australia

Seperti halnya di negara lain, partai politik Australia dan kegiatan internalnya umumnya tidak diatur, namun disiplin internal partai sangat ketat. Australia memiliki sistem resmi pendaftaran partai dan pelaporan kegiatan partai melalui Komisi Pemilihan Australia dan komisi setara di tingkat negara bagian dan teritori.

Australia memiliki empat partai politik utama.

  1. Partai Buruh Australia (ALP) adalah partai sosial demokrat yang didirikan oleh gerakan buruh Australia. ALP telah berkuasa sejak akhir 2007.
  2. Partai Liberal adalah partai sayap kanan tengah.
  3. Partai Nasional Australia, sebelumnya Partai Negeri, adalah partai konservatif yang mewakili kepentingan pedesaan.
  4. Partai Hijau Australia adalah partai sayap kiri dan lingkungan.

Partai politik utama Australia memiliki tata cara terstruktur untuk melibatkan anggota mereka dalam pengembangan kebijakan partai atas isu tertentu. Politisi terpilih jarang yang menentang partai mereka di parlemen.

Meskipun para komentator Australia mengamati bahwa pemilihan umum semakin bersifat ‘presidensial’ dalam arti beberapa metode kampanye Amerika telah digunakan, struktur dasar sistem Australia cenderung menekankan posisi kebijakan daripada kepribadian perorangan politisi.

Seperti halnya di negara demokrasi lainnya, biaya kampanye pemilu dan sumber dana kegiatan politik menjadi isu di Australia. Sejak 1984, sistem pendanaan publik (dikelola oleh Komisi Pemilihan Umum Australia) dan keterbukaan kampanye pemilihan umum telah diterapkan.

Partai harus meraih sedikitnya 4 persen dari suara yang sah dalam pemilihan yang mereka ikuti untuk menerima dana publik.

Partai-partai harus mengungkapkan pengeluaran kampanye dan sumber-sumber sumbangan di atas batas yang sudah ditentukan.

Calon perorangan juga harus mengungkapkan sumber sumbangan di atas batas tertentu. Partai dan perorangan yang mengikuti pemilihan umum tidak secara berturut-turut harus mengungkapkan hadiah dan sumbangan yang diterima di selang kampanye.

Hubungan antar tingkat tingkat pemerintahan

Parlemen negara bagian tunduk kepada UUD nasional dan konstitusi negara bagian. Hukum federal mengalahkan hukum negara bagian yang tidak selaras dengannya.

Dalam praktiknya- sistem pemerintahan Australia-, kedua tingkat pemerintahan bekerja sama dalam banyak bidang di mana negara bagian dan teritori secara resmi bertanggungjawab, seperti pendidikan, transportasi, kesehatan dan penegakan hukum.

Pajak penghasilan ditetapkan secara federal, dan debat antar tingkat pemerintahan mengenai akses ke penerimaan dan fungsi pengeluaran yang tumpang tindih adalah corak permanen politik Australia. Lembaga pemerintah daerah dibentuk melalui perundang-undangan di tingkat negara bagian dan teritori.

Dewan Pemerintahan Australia (COAG) adalah forum untuk memprakarsai, mengembangkan dan menerapkan reformasi kebijakan nasional yang menuntut tindakan kerja sama antar tiga tingkat pemerintahan: nasional, negara bagian atau teritori, dan daerah.

Sasarannya mencakup penanganan isu besar dengan kerja sama dalam reformasi struktural pemerintah dan reformasi untuk mencapai ekonomi nasional yang terintegrasi dan efisien serta pasar tunggal nasional.

COAG terdiri dari perdana menteri, perdana menteri negara bagian, ketua menteri teritori, dan presiden Asosiasi Pemerintah Daerah Australia.

Selain itu, dewan menteri (terdiri dari menteri nasional, negara bagian dan teritori, dan bila relevan, perwakilan pemerintah daerah dan pemerintah Selandia Baru dan Papua Nugini) bertemu secara teratur untuk mengembangkan dan menerapkan tindakan antar-pemerintah di bidang-bidang kebijakan khusus.

Tidak memilih langsung Perdana Menteri

Berbeda dengan sistem demokrasi Amerika dan Indonesia, warga Australia tidak secara langsung memilih pemimpin negaranya. Di Australia, partai-partai memilih sendiri pemimpinnya.

Setiap warga memilih anggota parlemen, atau istilahnya MP, untuk daerah lokal dimana mereka tinggal atau berasal.

Partai atau koalisi (sebuah kesepakatan Partai Liberal dan National) dengan anggota parlemen terbanyak duduk di House of Representatives, sama seperti DPR, kemudian membentuk pemerintahan.

Jadi siapa pun kepala partai pemerintahan atau koalisi akhirnya menjadi Perdana Menteri.

Perbedaan antara anggota DPR dan Senat

Dalam pemilihan umum yang biasa, Anda memilih dua kali. Satu surat suara adalah untuk House of Representatives, dan satu suara lainnya adalah untuk Senat.

Australia dibagi menjadi 150 kursi DPR dari ukuran populasi yang kira-kira sama. Ukuran geografis kursi tidak penting untuk menentikan jumlah kursi. Jumlah kursi biasanya berdasarkan jumlah berapa banyak orang yang tinggal di lokasi pemilihan.

Sementara untuk senat, setiap negara bagian memiliki 12 senator. Jadi negara bagian Tasmania dengan jumlah warga 515 ribu orang, mendapat jumlah senator yang sama dengan New South Wales yang berpopulasi 7,5 juta.

Sementara untuk teritorial, seperti Kawasan Australia utara (NT) dan Kawasan Ibu Kota (ACT) masing-masing memiliki dua senator. Sehingga jumlah total senatornya adalah 76 orang.

Semua warga di negara bagian akan memilih senator dari kandidat yang sama. Jadi tidak masalah jika ada yang berada di daerah Batemans Bay atau Lismore, surat suaranya akan mendapat kandidat yang sama untuk negara bagian New South Wales. Jadi Senator harus mewakili negara bagiannya,

Pemerintahan yang dibentuk oleh anggota DPR, atau House of Representative kemudian disebut sebagai Lower House, atau Majelis Rendah. Pemerintah ini tentu diisi oleh partai atau koalisi yang merebut mayoritas kursi.

Lainnya halnya untuk pemerintahan berisi anggota senat, disebut Upper House, atau Majelis Tinggi. Kedua majelis ini tidak harus selalu berasal dari partai-partai yang sama. Malah sangatlah jarang bagi partai yang sedang berkuasa untuk juga bisa mendapat suara mayoritas di tingkat senat.

Untuk mengesahkan rancangan undang-undang menjadi undang-undang, harus melewati dua majelis tersebut. Tanpa mendapat dukungan mayoritas di Majelis Tinggi, maka kerja pemerintahan akan jadi sulit.

Dalam sistem pemerintaran Australia, senator bertugas selama enam tahun, sementara anggota DPR hanyalah tiga tahun.

Fakta-fakta kunci

  • Persemakmuran Australia didirikan pada 1901 ketika bekas koloni Inggris ini – sekarang enam negara bagian – sepakat untuk mendirikan federasi.
  • Walaupun Australia merupakan negara demokrasi parlementer yang merdeka penuh, Ratu Elizabeth II dari Inggris secara resmi juga merupakan Ratu Australia.
  • Seluruh warga negara yang berusia di atas 18 tahun harus memberikan suaranya baik pada pemilihan umum pemerintah federal maupun negara bagian.

Informasi lebih lanjut:
Australian Electoral Commission
Australian Parliament House
National Library of Australia

Demikianlah artikel tentang sistem pemerintahan Autralia, semoga bermanfat untuk kita semua.

Baca juga artikel menarik lainya

 

0 / 5 0
Gravatar Image
something savvy web designer, social media addict, keep learning about SEO, beautifying things, fascinated in Kota Cimahi, general Secretary at DPD PKS Kota Cimahi. Follow me on social media and say, Salam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *