Profil Kota Cimahi

Profil Kota Cimahi – Pada artikel kali inibisa kita dapatkan informasi tentang Cimahi, peta dan letak geografis, lambang atau logo Cimahi beserta artinya juga termasuk batas wilayah kota cimahi. Diambil dari berbagai sumber termasuk web resmi kota cimahi. Semoga bisa menambah wawasan kita tentang kota cimahi.

Agar lebih menarik, saya juga share peta Kota Cimahi High Resolusi yang bisa kita download.

Peta Kota Cimahi

Peta Kota Cimahi – Retro

peta kota cimahi

peta kota cimahi

Batas Wilayah

Kota Cimahi terletak diantara 107°30’30’’ BT – 107°34’30’’ dan 6°50’00’’ – 6°56’00’’ Lintang Selatan. Luas wilayah Kota Cimahi yang sebesar 40,2 Km2 menurut UU No. 9 Tahun 2001 dengan batas-batas administratif sebagai berikut :

Sebelah Utara Kota Cimahi :

Kecamatan Parongpong, Kecamatan Cisarua dan Kecamatan Ngamprah Kabupaten Bandung Barat

Sebelah Timur Kota Cimahi :

Kecamatan Sukasari, Kecamatan Sukajadi, Kecamatan Cicendo dan Kec. Andir Kota Bandung

Sebelah Selatan Kota Cimahi :

Kecamatan Marga Asih, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat dan Bandung Kulon Kota Bandung

Sebelah Barat Kota Cimahi :

Kecamatan Padalarang, Kecamatan Batujajar dan Kecamatan Ngamprah Kabupaten Bandung Barat

Kota Cimahi termasuk ke dalam wilayah Propinsi Jawa Barat dan meliputi 3 Kecamatan yang terdiri dari 15 Kelurahan, yaitu :

1 Kecamatan Cimahi Utara terdiri dari 4

2 Kelurahan, Kecamatan Cimahi Tengah terdiri dari 6 Kelurahan dan

3 Kecamatan Cimahi Selatan terdiri dari 5 Kelurahan.

Secara geografis wilayah ini merupakan lembah cekungan yang melandai ke arah selatan, dengan ketinggian di bagian utara ± 1,040 meter dpl ( Kelurahan Cipageran Kecamatan Cimahi Utara), yang merupakan lereng Gunung Burangrang dan Gunung Tangkuban Perahu serta ketinggian di bagian selatan sekitar ± 685 meter dpl (Kelurahan Melong Kecamatan Cimahi Selatan) yang mengarah ke Sungai Citarum.

Sungai yang melalui Kota Cimahi adalah Sungai Cimahi dengan debit air rata-rata 3.830 l/dt, dengan anak sungainya ada lima yaitu

  • Kali Cibodas,
  • Ciputri,
  • Cimindi,
  • Cibeureum (masing-masing di bawah 200 l/dt) dan
  • Kali Cisangkan (496 l/dt),
  • sementara itu mata air yang terdapat di Kota Cimahi adalah mata air Cikuda dengan debit air 4 l/dt dan mata air Cisinto

Lambang Atau Logo Cimahi

Lambang Kota Cimahi

Lambang Kota Cimahi

Nama Pemkot:CIMAHI (Citra Mandiri Hidup Insani)
Bentuk Kubah:Kenyamanan dalam perlindungan
Bentuk 2 Pilar Bangun:Pembangunan bertitik pada keseimbangan (Agama & Dari Agama)
Bentuk Tatar Bunga:Lahan kehidupan strategis yang bermanfaat
Bentuk Riak Air:Dinamika SDM (POLEKSOSBUD) dan sumber kehidupan
Bentuk Irama Bukit:Sumber Daya Alam untuk kemakmuran
Bentuk Wadah atau Tempat:Kehidupan yang produktif dan efektif
Slogan:Saluyu Ngawangun Jati Mandiri
Konsep:Pembangunan Masa Depan Cimahi

Slogan

Saluyu Ngawangun Jati Mandiri , yang artinya memiliki pengertian berjalan harmonis serasi dengan selaras, bahu membahu dalam membangun citra diri yang mandiri dalam kemajuan

Makna Bentuk dan Warna

Kubah Jingga, merupakan semangat yang tiada henti untuk membangun dalam rangka mengantisipasi pertumbuhan dan perkembangan kemandirian, yang didukung secara bersama-sama oleh seluruh potensi sumber daya manusia yang rendah hati dan berilmu, berakhlak dan beretika, sehat dan cerdas, kreatif dan inofatif serta produktif

Bukit Biru, merupakan anugerah berupa alam yang penuh potensi dari Tuhan Yang Maha Esa, untuk dimanfaatkan sebaik-baiknya sehingga mendorong rasa syukur, menumbuh kembangkan ilmu selaras, menserasikan keadilan untuk kemakmuran, menciptakan pemerataan dalam keragaman yang sejahtera

Air Biru Jernih, merupakan sumber kehidupan dalam dinamika masyarakat yang multi dimensi, pengayoman dan pelindung serta serta pembawa solusi bagi seluruh warga

Tatar dan Wadah Jingga Putih dan 2 Pilar Bangun Hijau, merupakan bentuk keseimbangan agama dan dari agama dalam pembangunan rohani dan jasmani, menumbuh kembangkan rasa cinta, ketulusan sekaligus kebanggan terhadap nusa dan bangsa, tanah air serta ibu pertiwi dengan tatanan wilayah yang kondusif, strategis dan sinergis, memiliki struktur dan sistem yang bertumpu pada sendi politik, ekonomi, sosial kemasyarakatan, budaya dan berorientasi masa depan.

Tameng (Perisai), merupakan ungkapan totolitas citra bentuk rasa aman dan nyaman, serasi dalam keselarasan, dinamis dalam keharmonisan, kuat dan taat dalam kemandirian

Sejarah Berdirinya Kota Cimahi

Dalam bahasa Sunda, nama Cimahi berasal dari kata cai mahi yang berarti “air yang cukup”. Cimahi mulai dikenal ketika pada tahun 1811, Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels membuat jalan Anyer-Panarukan, dengan dibuatnya pos penjagaan di alun-alun Cimahi sekarang.
 Tahun 1874–1893, dilaksanakan pembuatan jalan kereta api Bandung-Cianjur sekaligus pembuatan Stasiun Cimahi. Tahun 1886 dibangun pusat pendidikan militer beserta fasilitas lainnya seperti Rumah Sakit Dustira dan rumah tahanan militer.

Pada tahun 1935, Cimahi ditetapkan sebagai kecamatan.

Setelah kemerdekaan Indonesia, Cimahi menjadi bagian dari Kabupaten Bandung Utara.

Pada tahun 1962, dibentuk Kawedanaan Cimahi yang meliputi Kecamatan Cimahi, Padalarang, Batujajar, dan Cipatat.

Berdasarkan PP Nomor 29 Tahun 1975, Cimahi ditingkatkan statusnya menjadi kota administratif pada tanggal 29 Januari 1976, dan menjadi kota administratif pertama di Jawa Barat.

Berdasarkan Undang Undang Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2001, Mulai 21 Juni 2001 status Cimahi menjadi kota.

Kini Cimahi menjadi salah satu kawasan pertumbuhan Kota Bandung di sebelah barat.

Jumlah penduduknya saat ini adalah sekitar 483.000 jiwa, meningkat dari 290.000 pada tahun 1990 dengan pertumbuhan rata-rata 2,12% per tahun.

Lihat juga artikel sejarah Cimahi Tempoe Doeloe

Atau

Artikel tentang janji politik walikota cimahi

Leave a Reply