17 Teknik Propaganda Yang Sering Dilakukan Politisi

Posted on

Istilah atau terminology Propaganda mungkin sering kita dengar dari percakapan, atau kita lihat dan baca dari berbagai sumber bahan bacaan seperti buku, surat kabar atau dokumen lain.

Membaca atau mendengar istilah propaganda acapkali membuat orang langsung menafsirkannya sebagai suatu kegiatan atau tindakan yang negatip.

Istilah propaganda bisa jadi telah mengukirkan suatu gambaran negatif atau hal buruk di dalam pikiran seseorang. Akibatnya, mungkin banyak orang beranggapan bahwa mempelajari propaganda adalah sesuatu yang buruk, tidak ada kebaikannya.Karena itu lebih baik tidak perlu diketahui, apalagi dipelajari.

ARTI PROPAGANDA

 

contoh propaganda

Menurut wikipedia Propaganda (dari bahasa Latin modern: propagare yang berarti mengembangkan atau memekarkan) adalah rangkaian pesan yang bertujuan untuk memengaruhi pendapat dan kelakuan masyarakat atau sekelompok orang. Propaganda tidak menyampaikan informasi secara obyektif, tetapi memberikan informasi yang dirancang untuk memengaruhi pihak yang mendengar atau melihatnya.

Dalam artikel angipermana.top kali ini di jelaskan apa itu propaganda dan bagaimana secara teknis propaganda dilakukan.

TEKNIK PROPAGANDA

Berikut ini adalah 17 teknik propaganda yang bisa saja kita temukan dalam kehidupan sehari-hari.

1. MEMANGGIL NAMA atau STEREOTYPING

Memberi label yang buruk pada seseorang atau gagasan dengan sebutan yang merendahkan dan mudah diingat. Ini digunakan untuk membuat kita menolak dan mengutuk seseorang atau ide tanpa memeriksa arti sebenarnya dari label itu.

Contoh: “teroris”, “Wahabi”, “Anti Tahlil”, “Anti Semit”, “Special-Interest Group”, “celana cingkrang”

2. KATA-KATA VIRTUE atau GLITTERING GENERALITY:

Kata-kata ini digunakan untuk menipu kita agar menerima dan menyetujui sesuatu tanpa memeriksa bukti secara cermat.

Contoh: “Alami”, “Demokratis”, “Organik”, “Ilmiah”, “Ekologis”, “Berkelanjutan”, “Kebebasan Berbicara”

3. DEIFIKASI

Ini adalah saat sebuah ide dibuat tampak suci, sakral, atau sangat khusus dan karena itu di atas semua hukum. Setiap sudut pandang alternatif atau berlawanan dengan demikian dianggap sebagai pengkhianatan atau penistaan.

Contoh: “Hak yang diberikan Tuhan untuk …”, “Ibu Pertiwi”, “NKRI Harga Mati”, “Aku Pancasila”

4. TRANSFER

Transfer adalah ketika simbol yang mengandung rasa hormat, otoritas, sanksi, dan prestise digunakan bersama dengan ide atau argumen agar terlihat lebih dapat diterima.

Contoh: Bendera Indonesia, Segel Universitas, Simbol Asosiasi Medis (atau sesuatu yang terlihat seperti itu). Metode ini juga disebut GUILT- or VIRTUE-BY-ASSOCIATION.

5. KESAKSIAN:

Ketika beberapa selebriti yang dihormati (atau seseorang yang umumnya membenci) mengklaim bahwa sebuah ide atau produk adalah baik (atau buruk). Teknik ini digunakan untuk meyakinkan kita tanpa memeriksa fakta secara lebih cermat.

Contoh hastag yang disebarkan oleh buzzer bayaran  “#uuciptakerjabaik”, #ciptakerjalindungialam”

6. FOLKS PLAIN

Ini adalah cara seorang pembicara meyakinkan audiens bahwa sebuah ide itu bagus karena ide tersebut yang sama dengaan sebagian besar masyarakat.

Contoh: “Ini adalah keinginan Rakyat”, “Kebanyakan orang Indonesia …”. “demi rakyat …”

Contoh lain adalah ketika pembicara menceritakan sebuah cerita tentang sebuah keluarga atau orang-orang yang “sama seperti Anda” untuk memperkuat sudut pandang pembicara.

teknik propaganda

7. BAND WAGON

Metode propaganda umum ini adalah ketika pembicara mencoba meyakinkan kita untuk menerima sudut pandang mereka atau kita akan kehilangan sesuatu yang sangat bagus.

Teknik Band-Wagon sering digunakan dalam periklanan.

Contoh: “Ini adalah gelombang masa depan”, “Jadilah yang pertama di blok Anda”, “Bertindak Sekarang!”. Anda mungkin bertanya pada diri sendiri “Bagaimana jika saya adalah satu-satunya di blok saya karena tidak ada orang lain yang tertarik (tertipu)?”.

8. DICHOTOMY ARTIFICIAL

Ini terjadi ketika seseorang mencoba untuk mengklaim bahwa hanya ada dua sisi dari suatu masalah.

Teknik ini digunakan untuk menipu kita agar percaya bahwa hanya ada satu cara untuk melihat suatu masalah, padahal sebenarnya mungkin ada banyak sudut pandang atau “sisi” alternatif.

Seperti kebanyakan teknik propaganda, teknik ini menyederhanakan kenyataan dan karenanya mendistorsi, seringkali untuk keuntungan pembicara.

Contoh klasiknya adalah kontroversi “islam yes partai islam no” atau “pilih islam koruptor versus kafir jujur”

9. HOT POTATO

Ini adalah pernyataan atau pertanyaan yang menghasut (seringkali tidak benar) yang digunakan untuk membuat lawan lengah, atau untuk mempermalukan mereka.

Contoh

  • Apakah Anda sudah berhenti memukuli pasangan Anda
  • Kapan Anda akan membayar pajak yang harus Anda bayar?

walaupun kenyataannya demikian,  tapi masih membawa kontroversi bagi lawannya.

10. MENGHENTIKAN atau MENGABAIKAN PERTANYAAN

Teknik ini digunakan untuk bermain lebih lama atau untuk menghindari menjawab pertanyaan tajam.

Contoh: “Diperlukan lebih banyak penelitian …”, “Komite pencari fakta sedang menangani masalah ini …” “Saya meminta penyelidikan atas kegagalan ini ..”

Ketika ditanya tentang kemungkinan kenaikan pajak, seorang Anggota Dewan menjawab : “Saya selalu memenuhi kewajiban yang harus ditunaikan keada orang-orang yang memilih saya.”

11. LEAST-OF-EVILS

Digunakan untuk membenarkan sudut pandang yang sebaliknya tidak menyenangkan atau tidak populer.

Contoh: ‘”Perang adalah neraka, tetapi damai membawa bencana yang lebih buruk”.

12. SCAPEGOAT

Ini sering digunakan dengan rasa Bersalah-oleh-asosiasi untuk mengalihkan perhatian dari masalah. Ini mengalihkan kesalahan kepada satu orang atau sekelompok orang tanpa menyelidiki kompleksitas masalah.

Contoh: “virus menyebar karena rakyat tidak patuh”, “covid menyebabkan hutang nasional”.

13. PENYEBAB DAN KESALAHAN PENYEBAB

Teknik ini membingungkan audiens tentang apa sebenarnya sebab dan akibat. Sebenarnya penyebab dari kebanyakan fenomena itu rumit, dan menyesatkan untuk mengatakan hanya satu dari berikut ini:

“Penyebaran virus Covid-19 berasal dari penularan hewan”, “penyebaran virus covid 19 karena perang dagang china-amerika”, ” virus covid-19 tidak akan menyebar dimusim kemarau, Virus covid tidak bisa masuk Indonesia, karena … ” ” penyebaran covid akan selesai dalam 2 minggu”

14. DISTORSI DATA atau KELUAR KONTEKS atau PENEMPATAN KARTU atau PICKING CHERRY

Teknik ini digunakan untuk meyakinkan penonton dengan menggunakan informasi yang dipilih dan tidak menyajikan cerita secara lengkap.

Contoh:

“Sebuah penelitian telah dilakukan yang menunjukkan makan selai kacang menyebabkan kanker hati” (fakta bahwa kemudian penelitian tersebut kemudian terbukti cacat atau didanai oleh pembenci selai kacang dan oleh karena itu dicurigai, tidak diungkapkan).

Variasinya adalah “Menaikkan batas kecepatan menjadi 65 mph mengakibatkan lebih sedikit kematian lalu lintas”. Pernyataan tersebut perlu dicek dengan berapa banyak orang yang mengemudi sebelum dan sesudah perubahan batas kecepatan. Lebih sedikit orang mungkin mengemudi setelah perubahan batas kecepatan, meskipun tingkat kematian (kematian per 100.000) mungkin lebih tinggi, yang menyebabkan hasil keseluruhan lebih sedikit kematian.

Dalam kkonteks keindonesiaan misalnya “pilkada menyebabkan berhentinya penyebaranvirus covid”

15. INFERENSI LEMAH (atau Penyebab Salah)

Inferensi lemah adalah ketika keputusan dibuat dengan bukti yang tidak memadai, atau kesimpulan tidak selalu mengikuti dari bukti yang diberikan.

Misalnya:

Bebek dan angsa bermigrasi ke selatan selama musim dingin, oleh karena itu semua unggas air bermigrasi ke selatan selama musim dingin.

Atau, kebanyakan orang kaya memilih republik, oleh karena itu kebanyakan orang yang memilih republik adalah kaya.

16. ANALOGI KESALAHAN

Ini adalah saat perbandingan dilakukan terlalu jauh.

Contoh: “Perekonomian sedang mengikuti jalan yang sama seperti sebelum depresi hebat, oleh karena itu kita akan segera mengalami kehancuran pasar saham!” SLIPPERY SLOPE akan menjadi contoh analogi yang salah. SLIPPERY SLOPE adalah alasan pergeseran ke satu arah akan terus mengarah ke ekstrem. Belum tentu demikian.

17. PENYALAHGUNAAN STATISTIK

Beberapa contoh:

  • Hasil rata-rata dilaporkan, tetapi bukan jumlah variasi di sekitar rata-rata.
  • Persen disajikan, tetapi bukan ukuran sampel seperti dalam angka “9 dari 10 …”.
  • Jumlah mutlak dan proporsional dicampur seperti dalam 3.400 lebih banyak perampokan terjadi di kota kami tahun lalu, sedangkan kota-kota lain mengalami peningkatan kurang dari satu persen”.
  • Grafik digunakan dengan memotong sebagian dari skala atau menggunakan unit yang tidak biasa atau tanpa skala, mengubah tampilan hasil.

contoh propaganda

Demikianlah 17 teknik propaganda yang seing dilakukan, secara umum media seringkali digunakan sebagai alat propaganda tersebut namun seiring dengan trend sosial media maka sosial media sekarang ini menjadi sarana propaganda yang efekif.

Mungkin, itulah sebabnya penguasa lebih suka membayar buzzer sebagai alat propaganda, dibandingkan menjelaskan tahapan-tahapan penyelsaian suatau maslah.

Baca Juga

 

 

0 / 5 5
Gravatar Image
something savvy web designer, social media addict, keep learning about SEO, beautifying things, fascinated in Kota Cimahi, general Secretary at DPD PKS Kota Cimahi. Follow me on social media and say, Salam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *